Dalam rangka Memperingati Hari Jadi Desa Sawentar ke 757, diadakan Grebek Sawentar pada Hari Minggu, 14 Mei 2017. Berangkat dari Balai Desa Sawentar menyusuri ruas jalan-jalan desa menuju Kawasan Candi Cungkup atau yang disebut juga Candi Lwang Wentar, Desa Sawentar, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar. Prosesi Kirab Buceng Sawentar merupakan sebuah arak-arakan Buceng Sawentar, sebagai penggambaran partisipasi Masyarakat Desa Sawentar. Bregada Kirab dipimpin Nurhadi selaku Ketua Panitia, serta para Seniman Tradisional Jawa.
Simbolisme Buceng Sawentar adalah gunungan yang terbuat dari sayur dan buah, berisi ontong (jantung pisang), kacang panjang, wortel, bawang merah, bawang putih, jeruk dan cabe merah. Ontong di puncak gunungan mengingatkan perlunya hati yang bersih, mengutamakan nurani. Tidak semata-mata mengandalkan otak dan kecakapan bicara. Kacang panjang tumbuh mengikuti lanjaran (patokan). Maknanya semua tingkah laku harus selalu mengikuti aturan atau rambu-rambu yang ada. Bawang merah – bawang putih melambangkan eksistensi ayah dan ibu. Mengingatkan sangkan paraning dumadi, asal usul dan tujuan hidup kelak dikemudian hari.
Rombongan Kirab Buceng tiba di Halaman Candi Lwang Wentar, Pukul 10.00 WIB. Buceng yang berisi apem lanang-wadon beserta rombongan dari PHDI (Parisada Hindu Dharma Indonesia) Blitar, yang dipandu oleh Romo Lukmin, masuk ke area Candi Lwang Wentar, kemudian mengelilingi Candi Lwang Wentar sebanyak 3 kali, selanjutnya melaksanakan Ritual di Depan Candi Lwang Wentar.
